Tampilkan postingan dengan label Story of Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story of Love. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

Alasan Kenapa Riki Putus

Sebagian teman-teman gue udah tau kalau gue putus. Banyak yang bertanya, kenapa gue bisa putus? berasa artis gitu ya, ditanyain begitu. :D Jadi sebelum wartawan infotainment datang nyerbu terus nanya ke gue, gue akan ungkap dalam postingan di blog tercinta ini.


Hampir 3 tahun kita bersama, kita selalu bersama dalam suka maupun senang (lah, apa bedanya) 
Dan dengan semua cerita yang banyak dilalui bersama, beberapa waktu lalu dia memutuskan untuk menudahi semua. Jleb bangetlah pokoknya. 

Jadi apa alasan putusnya?

Bukan karena orang ketiga, orang ke empat atau pun orang kesebelas. Alasannya simple aja, tapi berat dijalani sebenarnya.

Kita beda keyakinan.

" Gue masih yakin kalo cinta ini tetap bisa bertahan, sedangkan dia tidak lagi meyakininya"
Ya begitulah guys
bukan beda keyakinan agamaaaa

Sabtu, 26 Mei 2012

#26

Tepat satu tahun yang lalu di #26

Pagi yang sungguh terik, hari dimana keringat bercucuran dengan derasnya tepat di #26

Seharian, aku tak berbicara sedikitpun dengan wanita yang aku sayangi karena sibuk dengan temannya, di #26

Kesal? ya tentu saja sehari saja tanpa dia disisi sungguh menjengkelkan. #26

Aku mencoba mengajak berbincang, tetapi kesal telah menggorogoti kita di #26

Aku kesal karena seperti tak di acuhkan, dan dia kesal karena melihat wajah kesalku di #26

Dia pulang bersama teman-temannya. Aku masih saja menggerutu, bersama sepeda motorku. Saat itu yang aku inginkan hanyalah memberi tau kalau aku menyanyanginya. #26

Aku singgah di kos an seorang sahabat, sembari beristirahat. Tiba-tiba datang dalam pikiranku untuk menulis dalam secarik kertas sebuah untaian kata 'Aku sayang Kamu Siti' #26

Ya, aku ingin memberikan kertas itu kepadanya, tapi aku yakin dia telah jauh bersama teman-temannya. #26

Namun aku tetap saja ingin mengejar, dan dengan sigap aku mengambil kembali sepeda motorku dan dengan cepat mengejarnya. #26

Aku tak bisa membayangkan berapa kecepatan aku saat itu membawa sepeda motor #26

Harapan seakan pupus, masih saja aku belum menemukan mobil mereka. #26

Ya, saat itu aku hanya pasrah, sambil memegang kertas itu dan berbicara dalam hati, 'mungkin ini belum saatnya dia tau :) ' #26

Seperti ini telah di rencanakan tuhan, aku melihat mobil mereka di sebuah persimpangan lampu merah. Aku mulai tersenyum. #26

Aku meminta dia membuka kaca mobil, dan memberikan sepucuk kertas itu, lebih tepatnya seperti melempar kedalam. karena dia masih belum mengerti kertas apa yang aku berikan. aku berbicara sedikit 'bacalah' dan lampu pun telah hijau. #26

Ya, Seiring dengan lampu hijau yang menyala, kita pun berpisah kembali. aku tersenyum. membayangkan bagaimana ekspresinya saat itu. :) Tepat di #26

Dan esok adalah hari dimana satu tahun kebersamaan kita,
semoga untuk selamanya kan terus begini. 
27 mei 2011.

Rabu, 11 Januari 2012

Dia , Sekarang, Kemarin dan Seterusnya ( Bag. 1)

Cinta, seakan tak pernah lepas dari hingar binar kehidupan manusia. Tua, muda, kaya, miskin semua merasakan cinta. Hidup tanpa cinta, siapa yang bisa? Aku, adalah seorang laki-laki muda yang sedang dilanda cinta, Dia.

**

Dia, begitu panggilan sehari-harinya, dengan senyum yang khas berjalan di depan mata ku disuatu pagi. aku duduk, melihat nya sesaat, sembari mengunyah permen karet yang sudah lama aku kunyah, aku tertegun untuk beberapa saat. Dia begitu berbeda hari ini.

Aku sudah hampir satu tahun sendiri saat itu, tanpa sebuah cinta, tanpa seorang wanita dihati. Saat itu belum ada dalam pikiran ku untuk menemukan tambatan hati yang baru, untuk mencari secercah cahaya yang bersedia menerangi hari-hariku.

Dia dan aku sudah saling mengenal, meskipun belum terlalu dekat aku tau betul beberapa hal tentang Dia, seperti kesukaan nya menonton bola atau balapan. Aku juga suka menonton bola dan balapan, kebetulan kita sama sama suka pembalap MotoGP Velentino Rossi dan itu merupakan awal permulaan kedekatan kita berdua. Kita saling berbagi cerita saat itu, apa-apa saja yang terjadi dengan Rossi kita bahas bersama, dari share foto sampai berita di media.


Pagi itu sungguh berbeda, entah kenapa hati ku berkata untuk lebih dekat dengan Dia, meskipun kita saling bercanda tentang pacar-pacaran, ya kita dulu sering becanda cemburu-cemburuan, saat Dia dekat dengan pria lain,